Sabtu, 29 November 2025

Untukmu, Sang Penerang (Puisi)

 

Di setiap pagi yang masih basah embun

Kau datang membawa matahari

bukan di tangan

tapi di dalam tutur yang menumbuhkan arti


Langkahmu pelan, namun pasti

Menyusuri ruang penuh tanya

Tempat mimpi-mimpi kecil

Belajar menemukan sayapnya


Kau bukan sekadar pengajar

Kau penjaga api pengetahuan

yang tak pernah padam

Meski malam paling panjang datang


Dalam sabarmu, kami belajar bertahan

Dalam tegasmu, kami belajar arah perjalanan

Dalam kasihmu, kami mengerti

bahwa ilmu lahir dari ketulusan hati


Guru,

Engkaulah taman tempat kami bertumbuh

Jembatan yang mengantar kami

pada masa depan yang tak pernah kami duga


Terima kasih

Karena dari matamu kami belajar melihat dunia

dengan lebih terang


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sahabat (Puisi)

Ia hadir bukan karena diminta tapi karena rasa percaya yang tumbuh tanpa jeda Dalam tawa kita merangkai cerita dalam duka kita saling men...